Sanggar Tari Bali dan Tari Nusantara Natya Nataraja Gelanggang Generasi Muda (GGM) Bandung

tari_sekar_jagatSanggar Tari Bali dan Tari Nusantara Natya Nataraja Gelanggang Generasi Muda (GGM) Bandung, berdiri pada awal Maret 2008, yang berlokasi di jalan Merdeka No. 64 Bandung.

Sanggar Tari Bali dan Nusantara ini dipimpin oleh I Gusti Komang Aryaprastya Agus S.Pd, M.Hum. Aktivitasnya sebagai Dosen Pendidikan Seni di FIP UPI Bandung juga sebagai Pelatih Tari Bali dan Nusantara di Sanggar Tari ini. Pelatih yang lain di sanggar ini, yaitu Intan Nila Krisna, S. Mb. sebagai Asisten Pelatih.

Kegiatan latihan di laksanakan di Aula Utama GGM Bandung setiap hari Rabo dan Sabtu dari pukul 14.00 sampai 17.00 Wib. Untuk kelas RRI Bandung telah dibuka pada bulan Februari 2009 yang diselenggarakan setiap hari Minggu pukul 14.00-18.00 Wib di aula utama RRI Bandung jalan Diponogoro No.61.


KURIKULUM TARI BALI YANG DIAJARKAN

Tari Pendet

Tari ini merupakan tarian putri kelompok yang dibawakan oleh sekelompok remaja putri, masing-masing membawa sebuah mangkuk perak (bokor ) yang penuh berisi bunga. Pada akhir tarian para penari menaburkan bunga kearah penonton sebagai ucapan selamat datang. Tarian ini biasanya dipakai untuk menyambut tamu-tamu atau memulai suatu pertunjukan. (Wayan Dibia 1999 : 47)

Tari Legong Keraton

Tari Legong KeratonLegong Keraton adalah sebuah tarian klasik Bali yang memiliki pembendaharaan gerak yang sangat komplek dan diikat oleh struktur tabuh pengiring yang konon mendapat pengaruh dari Tari Gambuh. Kata Legong Keraton terdiri dari dua kata yaitu legong dan kraton. Kata legong diduga berasal dari kata “leg” yang berarti gerak tari yang luwes. Lemah gemulai. Sementara “gong” berarti gambelan. “leg” dan “gong” digabung menjadi legong yang mengandung arti gerakan yang diikat, terutama aksentuasinya oleh gambelan yang mengiringinya. (Wayan Dibia 1999 : 36).

Tari Belibis

Tari BelibisTari kreasi baru ini menggambarkan kehidupan sekelompok burung belibis yang dengan riangnya menikmati keindahan alam. Mereka tiba-tiba dikejutkan oleh munculnya seekor burung belibis jadi-jadian yang merupakan penjelmaan dari Prabu Angling Dharma setelah terkena kutukan dari istrinya yang sakti (dalam cerita Tantri). Dibawakan oleh 7 orang penari wanita, tari belibis diciptakan pada tahun 1984 oleh N.L.N. Swasthi Wijaya Bandem (koreografer) dan I Nyoman Windha (komposer).. (Wayan Dibia 1999 :63)

Tari Cendrawasih

Tari CendrawasihKisah yang digambarkan di dalam tarian adalah kehidupan burung Cendrawasih di pegunungan Irian Jaya pada masa birahi.Tari duet yang ditarikan oleh penari putri, kendatipun dasar pijakannya adalah gerak tari tradisi Bali, beberapa pose dan gerakannya dari tarian ini telah dikembangkan sesuai dengan interpretasi penata dalam menemukan bentuk – bentuk baru sesuai dengan tema tarian ini. Busana ditata sedemikian rupa agar dapat memperkuat dan memperjelas desain gerak yang diciptakan. Tarian ini di ciptakan oleh N.L.N. Swasthi Wijaya Bandem (yang juga sebagai penata busana dari pada tarian ini) dalam rangka mengikuti Festival Yayasan Walter Spies. penata tabuh pengiring adalah I Wayan Beratha dan I Nyoman Widha pada tahun 1988. (Wayan Dibia 1999 : 61)

Tari Manuk Rawa

Tari Manuk RawaTarian yang dibawakan oleh sekelompok (antara 5 sampai 7 orang ) penari wanita ini merupakan tarian kreasi baru yang menggambarkan perilaku sekelompok burung (manuk) air (rawa) sebagaimana yang dikisahkan didalam cerita Wana Parwa dari Epos Mahabharata. Gerakan tarinya diambil dari tari klasik Bali yang dipadukan dengan gerakan tari dari Jawa dan Sunda, yang telah dimodifikasikan sesuai dengan tuntutan keindahan. Tarian ini diciptakan pada tahun 1981 oleh I Wayan Dibia (koreografer), dan I Wayan Beratha (komposer). Sebelum menjadi sebuah tari lepas, tari Manukrawa merupakan bagian dari sendratari Mahabharata “Bale Gala-Gala” karya tim sendratari Ramayana/ Mahabharata Propinsi Bali yang ditampilkan dalam Pesta Kesenian Bali tahun 1980.. (Wayan Dibia 1999 : 62)

Tari Sekar Jagat

Tari Sekar Jagat Tarian ini merupakan garapan kelompok yang ditarikan sejumlah penari putri (biasanya antara 5 sampai 7 orang) yang masing-masing membawa sebuah canangsari. Tarian penyambutan ini menggambarkan kegembiraan para penari dalam menyambut para tamu yang hadir. Kegembiraan ini diungkapkan melalui keindahan gerak. Tarian ini diciptakan oleh N.L.N. Swasthi Wijaya Bandem (yang juga sebagai penata busananya) pada tahun 1993 dalam rangka pembukaan Pameran Wastra Bali di Jakarta. Penata iringannya adalah I Nyoman Windha. Tarian ini diilhami oleh tarian upacara, Rejang dan Pendet dari daerah Asak

KEGIATAN PENTAS SANGGAR NATYA NATARAJA

About the Author

has written 3 stories on this site.

3 comments on “Sanggar Tari Bali dan Tari Nusantara Natya Nataraja Gelanggang Generasi Muda (GGM) Bandung”

  • fanya yozimitshu wrote on 22 July, 2011, 20:05

    boleh tanya ga kalau biayanya berapa ya?soalnya aku mau ikutan
    seru deh pastinya

  • fanya yozimitshu wrote on 22 July, 2011, 20:09

    tapi di jawab ya komentarnya soalnya perlu sih

  • igustiarya wrote on 14 September, 2011, 11:16

    silakan anda datang ke sanggar tari natya nataraja jl merdeka no 64 bandung, untuk mendapatkan informasi selengkapnya, dan bertemu i gusti arya jam 3 sore hari sabtu.Informasi biaya, untuk biaya pendaftran Rp 30.000 dan spp perbulan Rp 60.000, terimakasih

Tulis Komentar

Copyright © 2014 Persada Etnika Bogor. All rights reserved.