Upacara Prosesi Mapag Panganten Sunda

Upacara Prosesi Mapag Panganten Sunda

Oleh : Ojang Cahyadi

lengserDalam konsep tradisi, bahwa perkembangan kebudayaan dan atau kesenian tradisi tergantung pada masyarakat pendukungnya, artinya disatu sisi budaya dan kesenian tradisi hidup dan berkembang sangat dipengaruhi oleh karakteristik dan nilai-nilai sosial yang berkembang pada masyarakat secara umum.

Menurut Prof. Saini KM, bahwa wilayah perkembangan tradisi di Pulau Jawa saja terbagi menjadi sekurangnya ada tiga bagian, yakni : (a). Masyarakat dengan budaya Statis, dimana nilai-nilai lama yang baik dipertahankan sedangkan nilai-nilai baru yang baik tidak muncul. Contohnya pada masyarakat yang dipengaruhi oleh system Kraton sentries seperti di Jogjakarta dan Surakarta. (b). Masyarakat dengan dengan budaya Progressif, dimana nilai-nilai lama yang baik dipertahankan dan nilai-nilai baru yang baik muncul sebagai identitas baru, contoh pada Masyarakat Jawa Timur yang memiliki etos kerja dan semangat juang serat disiplin yang luar biasa sebagai watak budaya manusia modern. (c) Masyarakat yang tergolong dis integrasi budaya, dimana nilai-nilai lama yang baik hilang dan nilai-nilai baru yang baik tidak muncul, terjadi pada masyarakat Jawa Barat. Karena Jawa Barat, adalah wilayah pertama yang di industrialisasi kan oleh pemerintah, sehingga pengaruh perkembangan dari masyarakat agraris menjadi masyarakat industri baru sangat terasa, kesenian tidak lagi menjadi acara ritual tapi lebih pada seremonial, sistem sosial masyarakat lebih konsumtif, instan dan krisis identitas.

Dengan memperhatikan wilayah perkembangan di atas, kita bisa mengatakan sesungguhnya kebudayaan dan kesenian khususnya di Jawa Barat sudah lama mengalami krisis serius dan tidak secara signifikan untuk mencari solusi, akhirnya identitas kesenian dan kebudayaan Jawa Barat menjadi agak samar.

Ruang pembahasan sekitar ritual pernikahan di Jawa Barat yang cukup mengenal istilah Upacara Adat Pengantin, dengan penyambutan beberapa orang penari wanita, dan pria yang dipandu oleh Tokoh orang tua yang disebut “Lengser”. Pertanyaannya apakah benar Prosesi seperti ini disebut “Upacara Adat Pengantin Sunda” yang sejak jaman dahulu dilakukan di Kerajaan Pajajaran? Kemana rujukannya, sementara Jawa Barat tidak termasuk Kraton Sentris, walaupun dulu pernah bendiri Kerajaan Pajajaran?

Artinya perkembangan yang disebut Upacara Adat Pengantin Sunda, merupakan adaptasi atau bahkan reflikasi dari para kreator seni khususnya koreografer dan penggarap musik untuk mengangkat dan mengadaptasi Tradisi Kraton Sentris yang meng-istilahkan bahwa Pengantin adalah Raja sehari, maka lebih pantas kalau Pengantin sebelum duduk di pelaminan disambut dengan prosesi seperti Penyambutan Raja dan Ratu ketika masuk ke dalam Keraton sebelum duduk di singasana.

Karena sifatnya kreasi, maka jenis dan bentuk upacara mapag panganten sunda ini banyak sekali gaya dan versinya sesuai keinginan para kreatornya. Secara umum versi yang berkembang mengangkat peran seorang sesepuh kerajaan yang disebut “Mang Lengser”, yang berpenampilan tua dengan tugas mengatur jalannya upacara. Selain itu ada beberapa penari wanita biasanya dibawakan paling sedikit enam orang penari, dan ada beberapa penari laki-laki sebagai penjaga raja dan ratu terakhir penari dengan tugas sebagai pembawa payung untuk memayungi raja dan ratu.

Kesimpulan upacara ini berkembang pada masyarakat perkotaan yang memiliki kemampuan secara matrial, karena upacara ini cukup mahal karena personil pendukungnya bisa mencapai 20-30 orang, dan lebih bersifat seremonial. Masyarakat perkotaan yang lebih dikenal dengan masyarakat urban, merasa bangga dan terhormat ketika menikahkan anak-anaknya dengan menggunakan ritual adat asli daerahnya, sehingga bentuk kesenian yang disebut Prosesi Penyambutan Pengantin ini menjadi sebuah kebutuhan dalam seremonial Resepsi Pernikahan.

About the Author

has written 35 stories on this site.

One comment on “Upacara Prosesi Mapag Panganten Sunda”

  • neno wrote on 28 August, 2010, 14:51

    kita lestarikan budaya bangsa………..

Tulis Komentar

Copyright © 2014 Persada Etnika Bogor. All rights reserved.