Heterogenitas Budaya Dalam Satu Pertunjukan

Heterogenitas Budaya Dalam Satu Pertunjukan

nbHeterogenitas budaya atau “cultural diversity” diartikan sebagai kekayaan budaya yang dilihat sebagai cara yang ada dalam kebudayaan kelompok atau masyarakat untuk mengungkapkan ekspresinya (baca : budaya). Heterogenitas budaya merupakan kekayaan yang mutlak dimiliki oleh bangsa Indonesia. Tidak dapat dipungkiri kurang lebih 700-an suku bangsa yang tersebar di negera kepulauan Indonesia memiliki kekhasan cara mengekspresikan ideologi dan tingkah lakunya. Belum lagi perkembangan sejarah budaya yang dipengaruhi kebudayan bangsa lain yang datang ke Indonesia dengan berbagai macam kepentingan sebut saja Cina, India dan Arab menambah deretan kebudayaan yang terasimilasi semakin beranekaragam.

Perwujudan kebudayaan tersebut teraplikasi dalam segi praktek-praktek kebudayaan dan produktifitas masyarakat dalam bentuk fisik budaya. Dengan kata lain praktek kebudayaan ini berkembang dalam perwujudan kearifan budaya lokal, seperti upacara keagamaan, kesenian, bahasa dan dari segi fisik terealisasi dari perwujudan seni rupa hasil kreasi manusia terhadap gejala sekitar. Keberadaan praktek kebudayaan tersebut yang hari ini semakin lama semakin surut maknanya akibat dari kepentingan politik bangsa yang mengharuskan ada keseragaman budaya (Kebudayan Nasional) atau beralasan karena ada benturan norma lain yang bersebrangan ideologi. Berbagai macam kepentingan dan Konflik muncul kepermukaan tapi bagaimana seharusnya menyikapi Heterogenitas budaya ini menjadi khasanah bangsa yang tak ternilai harganya.

Hari ini kita dihadapkan dengan kebudayaan baru (westrenisasi) secara sadar atau tidak sudah hidup berdampingan bersama kita. Lantas apakah kita berlomba menjaga keaslian budaya dengan menolak tegas kebudayan baru dengan cara menutup diri, tentu tidak juga seperti itu. Saini K.M. menyatakan dalam esainya bahwa janganlah menjadi masyarakat Byzantium yang tidak dapat mengatasi tantangan perubahan dunia, mereka memproses pendaur- ulangan nilai-nilai lama dan ornamentasi dari bentuk-bentuk karya lama. Menjadi bangsa yang berbudaya tegasnya, “dengan cara penyaluran dan pengembangan kreativitas seoptimal mungkin membuka diri terhadap kebudayaan lain (baru) dan mempelajarinya demi keselamatan budaya lokal dengan di dukung oleh prinsip-prinsip nilai budaya yang kita anut.

Untuk itu Komunitas Persada Etnika (Pernik) melaksanakan kegiatan konser musik ritual paling tidak sedikit membentuk refleksi penyadaran terhadap heterogenitas budaya dan nila-nilai luhur kebudayan bangsa, pun sebagai pengejawantahan sikap kreativitas dari arti kebudayaan sebagai perubahan terhadap tantangan global. Pertunjukan yang berdurasi kurang lebih 45 menit di Aula Sipatahunan Kota Bogor ini mengedepankan konsep pertunjukan modern dimana symbol tentang alam berbicara, akulturasi disampaikan dan praktek kebudayaan masyarakat lokalitas dihantarkan terangkum dalam satu pertunjukan yang bernama “Nyanyian bumi”.

Pertunjukan ini adalah salah satu program kerja Pernik 2010 dari devisi seni musik yang di gawangi oleh Jamal Gentayangan yang kebetulan sutradara dari konser musik ritual Nyanyian Bumi ini. Rencananya pertunjukan ini akan berlangsung di tiga kota lagi yaitu : Pontianak, Jambi dan Bali. Pernik merasa perlu nyanyian bumi ini dilaksanakan di berbagai daerah karena pertunjukan ini mengantarkan nilai-nilai sosial, budaya dan alam sekalipun yang seyogyanya kita sikapi bersama.

Berkat dukungan para penggiat seni di Bogor, seperti teman-teman Teater Karung UNPAK dan seniman jalanan Oncom Hideung __ yang kebetulan teman belajar Pernik, kegiatan ini berjalan sesuai yang diharapkan. Kursi dan tempat duduk lesehan yang disediakan panitia hampir penuh di padati oleh para tamu undangan dari guru-guru kesenian, seniman, pelajar, mahasiswa hadir pula Ketua Komisi D DPRD dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor. Pertunjukan yang dilaksanakan pada tanggal 4 Maret 2010 beberapa hari yang lalu ini mendapat tanggapan baik dari ketua komisi D DPRD Kota Bogor Najamudin ia menyatakan bahwa akan mendukung segala bentuk kesenian dan kebudayaan yang intens mengangkat nilai-nilai kearifan lokal, pun di sambut positif juga oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor Artiana Yanar Anggraeni, menurutnya pertunjukan ini benar-benar tontonan yang menarik. banyak pesan sosial yang bisa diambil manfaatnya (Jurnal Bogor).

“Secara garis besar konser musik ritual Nyanyian Bumi adalah gambaran kebiasaan masyarakat daerah di berbagai lingkungan Indonesia yang di sampaikan dalam bentuk tarian dan musik” begitu ujar penggarapnya Jamal Gentayangan, seorang seniman yang sudah malang melintang di berbagai daerah. Di tengah kesibukannya sebagai pengajar di Universitas Terbuka dan PGSD FKIP UNPAK Bogor ini masih menyempatkan dirinya untuk terus melakukan pertunjukan seni bersama Pernik. Pernik sebagai LSM seni dan budaya yang bergerak dalam persoalan pendidikan, pelatihan dan pertunjukan senantiasa berkomitmen dalam menyelenggarakan kegiatan seni di tanah air. Kami ada karena budaya ini ada. (Dudi)

About the Author

has written 10 stories on this site.

5 comments on “Heterogenitas Budaya Dalam Satu Pertunjukan”

  • Luthfi Zulfikar wrote on 21 March, 2010, 15:02

    Ada beberapa cara yang dilakukan masyarakat ketika berhadapan dengan imigran dan kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan asli. Cara yang dipilih masyarakat tergantung pada seberapa besar perbedaan kebudayaan induk dengan kebudayaan minoritas, seberapa banyak imigran yang datang, watak dari penduduk asli, keefektifan dan keintensifan komunikasi antar budaya, dan tipe pemerintahan yang berkuasa.

  • neno wrote on 21 March, 2010, 17:16

    nyanyian bumi memang peristiwa kebudayaan, di dalamnya terdapat peristiwa performative behavior ‘perilaku manusia-budaya pertunjukan’ dan cultural performance’pertunjukan budaya sebagai wujud dari kemajemukan budaya yang ada. panorama peristiwa ini tentu yang banyak mengakali para pekerja seni berkarya dengan ide, konsep, bentuk yang tak pernah habis’henti’. keanekaragaman budaya inilah yang memberikan ciri pola garapan yang amazing bagi setiap pekerja seni di Indonesia. jadi kemajemukan adalah kekayaan yang tak kan habis di gali. PERNIK teruslah berkarya dengan identitas yang terus dipertahankan.

  • Jamal gentayangan wrote on 21 March, 2010, 17:28

    kerumitan, kesembrautan, bahkan ketenangan hidup bisa kita dapatkan dari berbagai sudut, diantaranya sebagai mahluk yang masih bernyawa dapat kita mendekatkan jiwa, perasaan, nurani, akal sehat, bahkan mimpi-mimpi pada titik yang paling dalam. salam selalu….semoga hari depan adalah sebuah mimpi yang indah

  • OCA wrote on 8 April, 2010, 15:47

    musik adalah bahasa..mampukah kita menafsirkannya…???
    musik adalah identitas…benarkah warna musik kita adalah jiwa kita…??
    semua kesenian menuju ke arah musikal……..!!
    Good luck….

  • agewgowdemi wrote on 26 January, 2011, 15:17

    sangat menarik, terima kasih

Tulis Komentar

Copyright © 2014 Persada Etnika Bogor. All rights reserved.